Bukan Senin, Orang Paling Banyak Mengirimkan Lamaran Kerja di Hari Selasa.

Menurut sebuah artikel BBC yang berjudul “Why do we hate Mondays?”, perubahan drastis dari hari Minggu yang biasanya digunakan untuk keluarga dan bersantai ke hari Senin yang biasanya penuh dengan to-do list kerjaan adalah penyebabnya. Padahal kalau di-survey, banyak juga yang sebal sama hari Selasa, Rabu dan Kamis. Yang berpengaruh adalah, jika kita sebal sama pekerjaannya, hari Senin jadi lebih merana dan akhirnya mengirimkan lamaran kerja di hari Selasa. Yang dibenci hari Senin, yang kena imbasnya malah hari Selasa.

Daripada bilang I don’t like Monday, mendingan kita bikin Senin jadi hari yang produktif. Gimana caranya?

Photo by Tara Winstead on Pexels.com

Set a catch-up. Meeting informal di hari Senin pagi, mengumpulkan semua to-do list sekalian refresh apa yang terjadi kemarin. Kenapa informal? Karena sebenarnya Senin ini ideal untuk bonding kembali dengan teman kerja setelah tidak bertemu di akhir pekan. Sekalian ngobrol, sekalian memastikan bahwa kita memulai minggu ini di halaman yang sama. Jadi transisi dari Minggu ke Senin tidak terlalu drastis kan.

Berhenti meratapi hari Senin. Seorang teman memiliki weekend journal. Apaan tuh? Isinya kegiatan seru yang dilakukan pada akhir pekan kemarin, dan rencana akhir pekan selanjutnya. Daripada mengeluhkan bahwa “ah besok Senin,” dia fokus ke “hari Minggu ini seru banget gue skydiving, minggu depan mau ke pulau seribu.” Atau semacam itu. Jadi fokusnya bergeser dari pekerjaan yang berat ke bersyukur karena memiliki akhir pekan yang menyenangkan.

Kalender saya mulainya hari Minggu. Hubungannya apa? Mindset. Kalau kalender dimulai dengan Senin, berarti hari Minggu adalah akhir kesempatan bersenang-senang. Akhir kebahagiaan dan liburan. Kalau kalender dimulai dengan hari Minggu, maka kita memulai minggu ini dengan bersenang-senang. Agak tidak sesuai dengan semangat “bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian” sih, tapi setidaknya buat saya, hidup seperti ini lebih mudah. Senin jadi lebih menyenangkan untuk dihadapi.

Start on Sunday night. Ada yang pernah bilang ke saya, “biar nggak parah-parah banget, gue mulai nyiapin kerjaan di Minggu malam.” Pernyataan ini lumayan kontroversi di circle saya karena ada yang percaya bahwa waktu istirahat tidak bisa diganggu gugat. Ada benarnya sih, weekend kan untuk have fun. Sampai menit-menit terakhir juga harusnya dinikmati. Well, karena saya memulai minggu itu di hari Minggu, dan bukan Senin, maka menyiapkan kerjaan di Minggu malam bukanlah hal tabu. Istilahnya kalau mau lari ada pemanasannya dulu, mau ujian, nyicil belajar biar nggak lupa. Apalagi kalau dengan menyiapkan pekerjaan, hari Senin jadi lebih ringan dan saya merasa lebih siap menghadapi hari kerja pertama yang (konon) panjang.

Start with something you like. Suka masak? Plan meal seminggu di hari Senin. Jadwalkan sesuatu di hari Senin yang bisa jadi pemicu excitement. Ingin selesai satu buku seminggu? Wajib mulai membaca buku baru di hari Senin. Mau menulis novel? Cicil 1 chapter setiap Senin. Senang kulineran? Jadikan Senin hari keliling kota mencoba makanan baru sepulang kerja. Senin yang seru bikin lebih semangat menghadapinya.

Lalu, Selasanya nggak jadi melamar pekerjaan baru?

Ya belum tentu. Itu kan masalah dengan kantornya, bukan dengan hari Senin-nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s